×
BerandaBeritaDuka Mendalam Tragedi Jeju Air: 167 Nyawa Melayang, Pertanyaan Mencuat

Duka Mendalam Tragedi Jeju Air: 167 Nyawa Melayang, Pertanyaan Mencuat

Muan, Korea Selatan – Dunia penerbangan kembali dirundung duka. Sebuah pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 7C2216 jatuh dan terbakar di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024), merenggut 167 nyawa. Tragedi ini menjadi kecelakaan pesawat paling mematikan dalam sejarah Korea Selatan dan menjadi pukulan berat bagi industri penerbangan di penghujung tahun.

Pesawat Boeing 737-800 tersebut, yang membawa 175 penumpang dan enam awak, sedang dalam perjalanan pulang dari Bangkok, Thailand. Insiden nahas terjadi sekitar pukul 09.07 waktu setempat saat pesawat berusaha mendarat. Menurut laporan, pesawat mengalami masalah pada roda pendaratan, tergelincir keluar landasan, menabrak pagar, dan akhirnya menghantam dinding bandara sebelum meledak menjadi bola api.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan detik-detik mengerikan pesawat meluncur di landasan pacu tanpa roda pendaratan, dilalap api, dan dipenuhi puing-puing. Kepulan asap hitam tebal membubung tinggi ke langit, menggambarkan betapa dahsyatnya kecelakaan tersebut.

Di tengah kepedihan yang mendalam, secercah harapan muncul. Dua awak pesawat, seorang pria dan seorang wanita, berhasil diselamatkan dari bagian ekor pesawat. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka sedang hingga berat. Sayangnya, 167 penumpang lainnya dinyatakan tewas.

 

Penyelidikan Berlanjut, Dugaan Tabrakan Burung

Otoritas setempat masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada tabrakan dengan burung yang mungkin telah merusak roda pendaratan. Menara pengawas dilaporkan telah memberikan peringatan tentang adanya kawanan burung sesaat sebelum pesawat mendarat darurat.

Namun, para ahli penerbangan mempertanyakan apakah tabrakan burung semata dapat menyebabkan kecelakaan separah ini. Geoffrey Thomas, editor Airline News, menyatakan bahwa tabrakan burung dan masalah roda pendaratan memang sering terjadi, tetapi biasanya tidak sampai menyebabkan pesawat hilang kendali.

Tim SAR masih bekerja keras di lokasi kejadian untuk mencari korban dan mengumpulkan bukti-bukti. Sementara itu, keluarga korban yang berduka berkumpul di bandara, menantikan kabar dan identifikasi jenazah. Suasana duka dan isak tangis menyelimuti bandara.

Tragedi Jeju Air ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam penerbangan. Penyelidikan menyeluruh diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Sumber: BBC Indonesia

Artikel Terkait

Author Sawah Maya
Author Sawah Mayahttps://sawahmaya.com
Penulis, Editor dan Publisher

#Sedang TrendingHot