Home » ensiklopedia » Keagamaan » Hari Raya Idul Fitri 2023, Menurut NU, Muhammadiyah

Hari Raya Idul Fitri 2023, Menurut NU, Muhammadiyah

Anwar Shaleh April 18, 2023

Keagamaan | Waktu berlalu begitu cepat, dan sekarang bulan Ramadan sudah mendekati akhir. Setelah Ramadan berlalu, umat Islam akan merayakannya dengan shalat hari raya Idul Fitri. Mereka berbondong-bondong memeriahkan shalat ini dengan melakukan shalat sunnah berjamaah, mengenakan pakaian baru, dan melakukan hal-hal baru lainnya. Pamflet dengan kalimat “taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim” sangat umum kita temukan di berbagai media. Tidak hanya itu, pada hari raya Idul Fitri juga ada tradisi saling memaafkan.

Shalat sunnah pada hari raya Idul Fitri ialah sebagai penutup dan ungkapan syukur atas ibadah puasa selama satu bulan penuh. Hari raya Idul Fitri merupakan perayaan bagi umat Islam karena telah berhasil menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi berbagai pekerjaan yang bisa merusak pahala puasa selama Ramadan sebulan penuh. Pada hari raya tersebut, pemeluk agama Islam di haramkan untuk berpuasa.

Kapan Hari Raya Idul Fitri 2023?

Saat ini, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah mengenai tanggal pasti Lebaran Idul Fitri 2023. Kementerian Agama (Kemenag) RI belum mengumumkan kapan Lebaran akan tiba. Perbedaan tanggal antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menetapkan hari raya Idul Fitri merupakan hal yang biasa terjadi di Indonesia. Perbedaan tersebut di sebabkan oleh perbedaan dalam memahami nash (dalil) dan metode pengambilan hukumnya (istinbath).

Penentuan kapan Lebaran biasanya di lakukan berdasarkan hasil sidang isbat yang biasa di gelar menjelang Syawal atau tepatnya pada 29 Ramadhan. Tahun ini, sidang isbat akan di gelar pada tanggal 20 April. Maka, tanggal pasti kapan Lebaran Idul Fitri 2023 versi pemerintah akan di umumkan usai sidang isbat tersebut.

Meskipun begitu, PP Muhammadiyah telah mengumumkan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah 1444 H pada Februari lalu. Berdasarkan hasil tersebut, Muhammadiyah menetapkan Lebaran Idul Fitri atau 1 Syawal 1444 H jatuh pada 21 April 2023. Penetapan tersebut didasarkan pada posisi geometris benda-benda langit seperti Matahari, Bumi, dan Bulan.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) biasanya masih menunggu keputusan sidang isbat Kemenag. Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi dari NU mengenai kapan Lebaran Idul Fitri 2023. Oleh karena itu, umat Muslim masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah dan organisasi Islam terkait tanggal pasti kapan Lebaran Idul Fitri 2023.

Keutamaan Hari Raya Idul Fitri

Hari raya Idul Fitri memiliki keutamaan yang sangat penting bagi umat muslim. Selain sebagai momen kemenangan menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi dari berbagai pekerjaan yang dapat mengurangi pahala puasa, hari raya Idul Fitri juga merupakan hari yang patut dibanggakan. Hal ini karena pada hari tersebut Allah SWT menjanjikan ampunan bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah shalat Idul Fitri.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika umat muslim melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan dan keluar untuk melaksanakan shalat Idul Fitri, maka Allah SWT berfirman kepada para malaikat-Nya bahwa setiap hamba yang telah bekerja akan mendapatkan upahnya. Selanjutnya, Allah SWT memaafkan hamba-Nya yang telah melaksanakan puasa Ramadhan dan keluar rumah untuk melakukan shalat Idul Fitri, serta memohon upah dari ibadah tersebut.

Selain itu, Allah SWT juga memberikan kabar gembira kepada umat muslim bahwa Dia telah menggantikan keburukan mereka dengan kebaikan. Oleh karena itu, pada hari raya Idul Fitri, umat muslim sebaiknya tidak hanya merayakannya dengan bersuka cita, tetapi juga dengan memohon ampunan kepada Allah SWT dan berusaha untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka.

Makna dan Esensi Idul Fitri

Dalam bukunya yang berjudul Hasiyah al-Bujairami alal Khatib, Syekh Sulaiman bin Muhammad bin Umar al-Bujairomi menjelaskan bahwa esensi dari hari raya bukanlah hanya tentang pakaian baru dan hal-hal baru lainnya. Meskipun pada dasarnya di anjurkan untuk menggunakan pakaian baru sebagai bentuk sunnah, namun sebenarnya hal tersebut bukanlah maksud dan makna dari hari raya yang sebenarnya.

Syekh Sulaiman mengatakan bahwa Allah telah menetapkan tiga hari raya di dunia untuk orang-orang yang beriman, yaitu hari raya jum’at, hari raya Fitri, dan Idul Adha. Semua hari raya tersebut di anggap sebagai hari raya setelah selesai menjalankan ibadah dan ketaatan kepada Allah. Hari raya Fitri bukanlah hanya untuk orang yang menggunakan pakaian baru, namun untuk orang yang ketaatannya meningkat dan terampuni dosa-dosanya.

Meskipun demikian, tidak ada masalah menggunakan pakaian baru untuk menyambut hari raya Idul Fitri. Hal ini di sebabkan karena pakaian baru menjadi simbol dari kesucian hati dan syiar Islam pada saat hari raya Fitri. Namun, hal tersebut sebaiknya kita imbangi dengan menjalankan dan mengutamakan ibadah selama bulan Ramadhan.

Artikel Terkait